5 Cara Untuk Berdamai Dengan Pengalaman Pahit Yang Ditinggalkan Oleh Seseorang

5 Cara Untuk Berdamai Dengan Pengalaman Pahit Yang Ditinggalkan Oleh Seseorang

 

5 Cara Untuk Berdamai Dengan Pengalaman Pahit Yang Ditinggalkan Oleh Seseorang

Nikaniku.com – 5 Cara Untuk Berdamai Dengan Pengalaman Pahit Yang Ditinggalkan Oleh Seseorang. Pengalaman ditinggalkan oleh seseorang dapat meninggalkan luka yang sangat dalam. Itu bahkan dapat memberi trauma yang membuat kita enggan membuka hati kita kepada seseorang yang baru. Perasaan takut tertinggal lagi menghalangi kami untuk membuka halaman baru.

Sehingga kita dapat terus hidup lebih baik, kita perlu berdamai dengan pengalaman pahit. Meskipun melupakan pengalaman itu tampaknya sulit dilakukan, tetapi kita dapat melakukan sejumlah upaya untuk mengambil kebijaksanaan dan terus hidup dengan antusiasme baru. Berikut adalah lima cara yang dapat dicoba agar tidak terus tenggelam dalam kesedihan.

1. Lepaskan diri Anda dari belenggu masa lalu

Apa yang berlalu telah berlalu. Pengalaman pahit telah berlalu. Meskipun rasa sakitnya masih terasa, pikirkan saja bahwa itu adalah proses untuk memulihkan luka yang pernah ada. Mengutip buku How To Love, tidak ada yang ingin terjebak dengan masa lalu untuk waktu yang lama. Jangan biarkan kita sia – sia hari ini hanya karena kita masih merasa terjebak di masa lalu. Jadi, terima pengalaman yang telah terjadi di masa lalu, ambil kebijaksanaan, dan fokus pada hidup hari ini.

2. Tahapan Langsung berdasarkan Tahapan – Pemulihan Diri

Ada lima tahap penerimaan sebagai tahap kesedihan yang dijelaskan oleh psikolog Elisabeth Kubler Ross. Lima tahap termasuk penolakan pemisahan (penolakan), kemarahan untuk apa yang terjadi pada diri mereka sendiri (kemarahan), tawar – menawar tentang cara lain (perundingan), depresi yang dipenuhi dengan pikiran negatif dan perasaan tidak berdaya (depresi), dan menerima apa yang telah terjadi telah terjadi (penerimaan). Beri diri Anda waktu dan kesempatan untuk melewati setiap tahap ini dengan tekad yang lebih kuat.

3. Lepaskan kemarahan

Terkadang apa yang menyulitkan kita untuk menerima situasi yang telah terjadi adalah karena kita masih merasa marah. Ketika kita masih tidak bisa melepaskan kemarahan, maka kita akan kembali untuk berputar ke sikap penolakan. Ketika seseorang meninggalkan kita, wajar jika kita marah. Namun, jangan biarkan kemarahan terkubur terlalu lama sebagai gantinya meracuni kita. Cobalah untuk melepas kemarahan. Potong hatimu dan maafkan segalanya untuk meringankan kemarahan di dada.

4. Temukan bantuan yang diperlukan

Jika Anda merasa kewalahan memproses situasi yang ada, silakan temukan bantuan. Menemukan teman atau teman yang dapat diundang untuk diceritakan dapat menjadi pertolongan pertama yang membantu Anda menerangi hati dan perasaan Anda. Dapat meminta bantuan dari psikolog atau psikiater jika kita merasa bahwa kondisi mental kita tidak membaik ketika kondisi mental kita semakin buruk setelah seseorang pergi.

5. Sajikan lebih banyak cinta untuk diri sendiri

Ketika seseorang pergi, kita perlu memperhatikan kondisi kita dengan lebih baik. Hadirkan lebih banyak cinta untuk diri sendiri. Mengutip buku bagaimana menghormati diri sendiri, jika kita mencintai diri kita sendiri, hidup akan lebih mudah. Kami merasa seperti seseorang menemani meskipun berjalan sendirian. Kita tidak terlalu terganggu meskipun kita merasa kesepian karena ada diri kita yang selalu menemani setiap langkah kita.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.