Apa Itu MBTI, Tes Kepribadian yang Populer di Kalangan Anak Muda Korea?

nikaniku.com – Apa Itu MBTI, Tes Kepribadian yang Populer di Kalangan Anak Muda Korea?.  Anak muda Korea Selatan Tak asing bersama dengan tes kepribadian. Cerita juga singgah berasal dari seorang ibu tempat tinggal tangga bernama Kim Yeon-Ju yang baru-baru ini mengikuti tes kepribadian untuk memahami siapa dirinya.

“Serupa layaknya berlimpah orang lain, saya bukan memahami persis siapa saya,” kata perempuan berusia 30 year ini kepada The Korea Times, dikutip Rabu, 31 Agustus 2022. “Saya terkadang bertanya-tanya mengapa saya layaknya ini, dan saya mengidamkan paham apa yang memicu saya merasa baik atau buruk. Saya udah ikut sebagian style tes untuk mengenal diri saya lebih baik dan MBTI adalah tidak benar satu yang saya coba baru-baru ini.”

MBTI adalah singkatan berasal dari Myers-Briggs Jenis Indicator yang merupakan keliru satu tes kepribadian. Orang-Orang menjawab kuesioner berdasarkan teori kepribadian yang dikembangkan oleh Isabel Myers dan Katharine Briggs terhadap 1943. Tes ini mengukur preferensi mereka terhadap empat dimensi model kepribadian Myers dan Briggs.

Kim pertama kali mengikuti tes tersebut ketika ia masih di sekolah menengah. Wali kelasnya idamkan jelas style kepribadian murid-muridnya. Di bawah bimbingannya, seluruh muridnya mengikuti tes bersama dengan praktisi MBTI bersertifikat.

“Saya bukan ingat apa style saya selagi tersebut, namun saya adalah satu-satunya siswa yang punya style tersebut,” katanya. “Guru saya menjelaskan style orang layaknya apa saya berdasarkan tes kepribadian yang cocok bersama saya. Saya bersekolah di sekolah asrama dan menderita masalah Depresi mudah. Saya jadi emosional sebab saya merasa apa yang dikatakan guru saya kepada saya adalah sahih.”

Kim merasa dipahami oleh orang lain pas mendengar klarifikasi gurunya berkaitan hasil tes. Tes kepribadian MBTI sudah jadi tren terbaru di Korsel, khususnya di kalangan milenial dan Generasi Z yang lebih dikenal sebagai Mz.

Tren di Kalangan Anak Muda

survei Hankook Research yang dilaksanakan Desember 2021 menemukan bahwa lebih berasal dari separuh warga Korea sudah mengikuti tes Mbti. Sembilan berasal dari tiap tiap 10 orang berusia 19–28 year menjawab bahwa mereka mengikuti tes yang jadi sensasi di kalangan generasi muda.

MBTI apalagi jadi isu pemilihan presiden. Calon selama pemilihan presiden terbaru mencoba merayu pemilih yang lebih muda bersama membagikan hasil MBTI mereka secara online.

Kandidat presiden Yoon Suk-Yeol mengatakan tipenya adalah Enfj, layaknya mantan Presiden AS Barack Obama protagonis altruistik dan pemimpin alami bersama dengan karisma dan semangat. Saingannya Lee Jae-Myung juga mengikuti tes namun dia semata-mata mengungkapkan “Lebih dari satu” hasil tesnya.

Kegemaran MBTI di kalangan generasi muda, yang bergulat bersama dengan jaman depan yang bukan tentu, mencerminkan keinginan mereka untuk diterima dan nyaman dikarenakan menyadari tersedia orang-orang yang berpikiran mirip di luar sana, menurut para pakar. Pengelompokan orang jadi 16 model yang berbeda sebabkan mereka merasa bukan sendirian.

“Orang Korea udah hidup di dalam persaingan konsisten-menerus, negara mempunyai sumber kekuatan dan geografi yang terbatas, pas orang-orangnya miliki ketekunan dan ciri berorientasi tujuan eksklusif,” kata Lee Myung-Jin, seorang profesor sosiologi di Korea University yang menulis “Bukti diri sosial Korea.”

Tujuan Tes Kepribadian

Apa Itu MBTI, Tes Kepribadian yang Populer di Kalangan Anak Muda Korea

menurut Lee, orang melacak bimbingan sosial dan eksistensial kala tinggal di lingkungan bersama dengan taraf kecemasan yang tinggi. Akibatnya, mereka tertarik terhadap beragam indikator kepribadian yang memberi mereka kenyamanan.

Lim Myung-Ho, seorang profesor psikologi di Dankook University, setuju bahwa indikator kepribadian bisa turunkan taraf kecemasan orang bersama memberi mereka rasa bukti diri dan mengelompokkannya bersama individu yang sama.

Tidak cuman tersebut, orang Korea berusaha untuk bukan cuman paham karakteristik kepribadian mereka sendiri, namun juga lebih tahu interaksi mereka bersama orang lain didalam komunitas.

“Korea adalah penduduk kolektivis yang terlampau menghargai rasa mempunyai dan komunitas. Baru-Baru ini, MBTI sudah diadopsi sebagai alat untuk lebih jelas orang lain dan mendukung orang menyadari bagaimana mereka perlu berinteraksi bersama dengan orang lain, kurangi konflik dan membangun sinergi didalam interaksi mereka,” kata Kim Jae-Hyoung, kepala peneliti institut MBTI Korea.

MBTI bukanlah yang pertama dan barangkali bukan akan jadi sensasi nasional paling akhir untuk indikator kepribadian.

Orang Korea udah memirsa tren budaya sebelumnya untuk mengklasifikasikan diri mereka ke didalam kelompok berdasarkan karakteristik-karakteristik eksklusif.

Terhadap awal 2000-An, empat golongan darah A, B, O, dan AB bukan terhitung faktor rhesus adalah cara paling populer di negara tersebut untuk mengkategorikan orang dan memprediksi kepribadian mereka.

Menurut platform yang dipopulerkan di Jepang ini, mereka yang bergolongan darah A cenderung teliti bersama dengan detail, perhatian dan pemalu, sedangkan style B puas berteman namun egois.

Orang-Orang didalam kelompok model O dikenal bersemangat namun cepat marah. Sedangkan, orang-orang bersama dengan golongan AB diakui logis dan ambidextrous (kenakan kedua tangannya untuk dua pekerjaan berbeda), namun terkadang merendahkan orang lain.

Masa Lampau

contoh yang lebih tua adalah “Klasifikasi konstitusi sasang” yang muncul terhadap Dinasti Joseon abad ke-19. Sarjana medis Lee Je-Ma (1837-1900) menyusun kategorisasi empat taraf tubuh manusia berdasarkan karakteristik-karakteristik fisiologis bersama dengan keyakinan bahwa perawatan medis yang tepat kudu berbeda berdasarkan jenis tubuh mereka.

Suatu interpretasi modern klasifikasi Lee memperluas teori untuk memprediksi kepribadian.
Taeyangin, yang punya paru-paru besar dan hati kecil, cenderung pemarah dan kreatif, sedangkan taeeumin bersama paru-paru kecil dan hati besar seringkali ulet dan murah hati. Soyangin bersama dengan usus besar dan ginjal kecil cenderung miliki sifat yang lincah namun tajam, sedangkan soeumin bersama cii-ciri fisik yang antagonis adalah serigala penyendiri bersama dengan penalaran logis yang luar biasa.

Gara-gara MBTI udah viral di kalangan anak muda Korea, usaha dan media mulai mengungkap product mengenakan tes kepribadian. Kakao sudah memperkenalkan item fashion layaknya T-Shirt bersama masing-masing berasal dari 16 model kepribadian MBTI dan udah terjual habis.

Corporate sandang perempuan MIXXO meluncurkan sandang luar yang cocok bersama dengan type kepribadian untuk viralnya MBTI di kalangan konsumen muda. Sebagian program televisi sudah mendorong selebritas untuk mendiskusikan type MBTI mereka, selagi video Youtube bertema MBTI yang tak termasuk jumlahnya terhitung daftar putar musik, kiat berkencan, dan lebih-lebih mimikri vokal berasal dari beragam tipe MBTI ditonton oleh jutaan orang.

Tapi taktik pemasaran berbasis MBTI layaknya tersebut sudah mengganggu sebagian orang muda yang mencemooh hasil tes, yang bukan didukung secara luas oleh para pakar. Faktanya, tak terhitung pakar setuju bahwa bukan tersedia hasil tes, terhitung Mbti, yang mampu sepenuhnya mendefinisikan atau menjelaskan kepribadian seseorang bersama dengan sendirinya.

“Mbti tidak alat diagnostik. Ini menjelaskan cii-ciri generik orang, namun lebih detail dan kategori spesifik daripada indikator kepribadian sebelumnya layaknya empat golongan darah, tanda zodiak atau klasifikasi konstitusi sasang,” kata Kim.

Ia beri tambahan bahwa orang bukan boleh bergantung benar-benar berlimpah terhadap hasil tes. Tapi, para pakar sepakat bahwa popularitas tes juga membawa lebih dari satu akibat positif.

“Saya yakin kami berada didalam era transisi, di mana orang jadi lebih tertarik dan berpikiran terbuka berkenaan tes psikologis dan melacak interpretasi profesional berasal dari karakter dan proses hubungan internal mereka,” kata Kim. “(Tren) ini mampu menumbuhkan toleransi sosial dan kedekatan bersama konseling mental dan inspeksi psikologis di jaman depan.”

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.